October 20, 2026

OJK Ungkap Perusahaan Asuransi Kena Serangan Siber, Sektor Keuangan Nonbank Jadi Target Berikutnya

serangan siber perusahaan asuransi

Serangan siber terhadap perusahaan asuransi menjadi pengingat bahwa ancaman digital tidak hanya menyasar perbankan. Industri asuransi, reasuransi, dana pensiun, dan lembaga keuangan nonbank lainnya juga perlu memperkuat keamanan sistem untuk menjaga integritas data dan keberlangsungan operasional.

Serangan Siber Bisa Mengganggu Operasional Perusahaan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa sebuah perusahaan di industri perasuransian pernah mengalami serangan siber yang berdampak hingga ke Disaster Recovery Center (DRC). Menurut keterangan Deputi Komisioner OJK pada April 2026, insiden tersebut menyebabkan perusahaan kesulitan mengakses data yang diperlukan untuk menyusun laporan keuangan dengan baik. Sumber: Kontan

Insiden ini menunjukkan bahwa dampak serangan siber tidak selalu berupa kebocoran data. Gangguan terhadap ketersediaan data dan sistem juga dapat menghambat operasional, pelaporan keuangan, serta proses bisnis yang bergantung pada infrastruktur teknologi.

Bagi perusahaan asuransi dan lembaga keuangan nonbank, kondisi tersebut menjadi perhatian penting karena sistem digital digunakan untuk mengelola informasi nasabah, dokumen transaksi, dan berbagai aktivitas operasional.

Mengapa Sektor Keuangan Nonbank Perlu Waspada?

Digitalisasi membuat proses bisnis semakin terhubung, tetapi juga memperluas potensi risiko keamanan. Sistem yang tidak diperbarui, kontrol akses yang lemah, kerentanan aplikasi, serta kesiapan pemulihan insiden yang kurang memadai dapat meningkatkan risiko gangguan.

Beberapa dampak yang perlu diantisipasi perusahaan meliputi:

  • Gangguan operasional: sistem dan layanan penting tidak dapat digunakan secara normal.
  • Risiko kehilangan akses data: informasi yang dibutuhkan untuk aktivitas bisnis menjadi sulit diakses.
  • Hambatan pelaporan: proses penyusunan laporan dan pemenuhan kewajiban perusahaan dapat tertunda.
  • Risiko reputasi: kepercayaan nasabah dan mitra bisnis dapat terdampak apabila insiden tidak ditangani dengan baik.

Karena itu, keamanan siber perlu menjadi bagian dari pengelolaan risiko perusahaan, bukan hanya tanggung jawab tim teknologi informasi.

Bagaimana Perusahaan Memperkuat Keamanan Siber?

Perusahaan perlu menerapkan pendekatan pencegahan dan evaluasi secara berkala untuk mengidentifikasi risiko sebelum berkembang menjadi insiden yang lebih serius.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah Vulnerability Assessment & Penetration Testing (VAPT). Vulnerability Assessment membantu mengidentifikasi dan mengevaluasi potensi kerentanan pada sistem, sedangkan Penetration Testing menguji keamanan dalam ruang lingkup dan skenario yang telah disepakati untuk menilai kemungkinan kerentanan dieksploitasi.

Selain pengujian keamanan, perusahaan juga perlu memperhatikan pembaruan sistem, pengaturan hak akses, pencadangan data, pengujian pemulihan, serta kesiapan prosedur respons insiden.

OJK sendiri menekankan pentingnya ketahanan siber sebagai bagian dari tata kelola, manajemen risiko, dan perlindungan konsumen di sektor keuangan. Sumber: OJK

Perkuat Keamanan Sistem Sebelum Terjadi Insiden

Serangan siber terhadap perusahaan asuransi menjadi pengingat bahwa tidak ada sektor bisnis yang boleh mengabaikan keamanan digital. Perusahaan perlu memahami kondisi keamanan sistemnya, mengenali potensi kerentanan, dan menyiapkan langkah mitigasi yang sesuai dengan risiko operasional.

Bizplus Technology menyediakan layanan Vulnerability Assessment & Penetration Testing (VAPT) untuk membantu perusahaan mengidentifikasi potensi celah keamanan dan mengevaluasi risiko pada sistem digital sesuai ruang lingkup pengujian.

Jangan menunggu hingga gangguan terjadi untuk mulai mengevaluasi keamanan sistem Anda.

Temukan celah sebelum diserang. Konsultasikan kebutuhan VAPT perusahaan Anda bersama Bizplus Technology.

Baca juga : Celah API di Balik Kebocoran Data E-commerce Indonesia 

Baca juga : Penetration Testing: Uji Keamanan Sistem Sebelum Diserang