October 15, 2026

Celah API di Balik Kebocoran Data E-commerce Indonesia 

Keamanan API

E-commerce semakin bergantung pada Application Programming Interface (API) untuk menghubungkan aplikasi dengan server, database, sistem pembayaran, hingga layanan pihak ketiga. Di balik proses yang terlihat sederhana bagi pengguna, API menjadi salah satu komponen penting yang perlu diperhatikan dari sisi keamanan. 

Ketika API memiliki celah keamanan, risiko yang muncul bukan hanya gangguan pada sistem, tetapi juga akses tidak sah terhadap data pengguna. 

Mengapa API Menjadi Target? 

API memungkinkan aplikasi mengakses dan bertukar data secara terstruktur. Namun, API juga dapat membuka banyak endpoint yang berinteraksi langsung dengan data dan fungsi penting dalam sistem. 

Menurut OWASP API Security Top 10, salah satu risiko utama adalah Broken Object Level Authorization (BOLA), yaitu kondisi ketika sistem gagal memastikan apakah pengguna memang berhak mengakses objek atau data tertentu. Penyerang dapat memanfaatkan kelemahan tersebut untuk mengakses data milik pengguna lain.  

Risiko lainnya mencakup autentikasi yang lemah, kesalahan konfigurasi keamanan, akses berlebihan terhadap fungsi tertentu, hingga konsumsi API pihak ketiga yang tidak aman.  

Bagaimana Celah API Bisa Menjadi Kebocoran Data?

Bayangkan sebuah platform e-commerce memiliki endpoint yang digunakan untuk mengambil informasi pesanan pelanggan. Jika API hanya memeriksa apakah pengguna sudah login, tetapi tidak memverifikasi apakah pengguna tersebut memiliki hak untuk melihat pesanan tertentu, celah dapat dimanfaatkan untuk mengakses data pelanggan lain. 

Masalah seperti ini dapat terjadi tanpa harus menyerang database secara langsung. Celah pada logika dan kontrol akses API saja dapat menjadi pintu masuk menuju data sensitif. Karena itu, keamanan API perlu diuji sebagai bagian dari keamanan aplikasi secara keseluruhan. 

Temukan Celah Sebelum Dieksploitasi

Pencegahan tidak cukup hanya dengan menggunakan firewall atau sistem keamanan di sisi infrastruktur. Pengujian terhadap aplikasi dan API diperlukan untuk mengetahui apakah mekanisme autentikasi, otorisasi, validasi input, serta endpoint yang tersedia benar-benar aman. 

Melalui Vulnerability Assessment & Penetration Testing (VAPT), perusahaan dapat mengidentifikasi dan menguji potensi kerentanan sebelum dimanfaatkan oleh pihak yang tidak berwenang. 

Jangan menunggu kebocoran data terjadi untuk mengetahui bahwa API Anda memiliki celah. 

 Baca Juga : Penetration Testing: Uji Keamanan Sistem Sebelum Diserang