Sistem yang terlihat aman belum tentu bebas dari celah. Penetration Testing membantu perusahaan menguji keamanan aplikasi, API, jaringan, dan infrastruktur dengan mensimulasikan serangan secara terkontrol.
Dengan pengujian ini, perusahaan dapat mengetahui kerentanan yang dapat dieksploitasi, potensi dampaknya, serta langkah mitigasi yang perlu dilakukan sebelum menjadi insiden keamanan.
Apa Itu Penetration Testing?
Penetration Testing (Pentest) adalah pengujian keamanan yang mensimulasikan teknik serangan untuk menemukan dan memvalidasi kerentanan pada sistem digital.
Berbeda dengan pemindaian otomatis, pentest dapat menguji bagaimana beberapa kelemahan saling berhubungan dan apakah celah tersebut benar-benar dapat dimanfaatkan.
Dalam pengujian keamanan aplikasi web, OWASP Web Security Testing Guide (WSTG) menyediakan framework dan teknik pengujian yang dapat digunakan sebagai referensi oleh penetration tester dan organisasi.
Apa Saja yang Diuji?
Cakupan Cyber Security Testing dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, seperti:
- Desktop Apps
- WEB APPS
- Android Apps
- IOS Apps
- API
- APIJARINGAN & SERVER
Untuk proses security testing dan assessment secara teknis, NIST SP 800-115 juga menyediakan panduan mengenai perencanaan pengujian, pelaksanaan assessment, analisis temuan, dan strategi mitigasi.
Mengapa Bisnis Membutuhkan Penetration Testing?
Satu celah keamanan dapat menjadi pintu masuk menuju akses tidak sah, kebocoran data, hingga gangguan operasional.
Penetration Testing membantu perusahaan:
Identify → Validate → Prioritize → Remediate
Temuan pengujian dapat digunakan untuk menentukan prioritas perbaikan berdasarkan tingkat risiko dan dampaknya terhadap bisnis.
Black Box dan Grey Box
Black Box Penetration Testing mensimulasikan perspektif penyerang eksternal dengan informasi internal yang terbatas.
Sementara Grey Box Penetration Testing menggunakan informasi atau akses terbatas untuk memungkinkan pengujian yang lebih mendalam terhadap area tertentu.
Pemilihan pendekatan bergantung pada tujuan assessment, arsitektur sistem, dan risiko yang ingin dievaluasi.
Kapan pengujian keamanan perlu dilakukan?
Pengujian sebaiknya dilakukan ketika perusahaan meluncurkan aplikasi atau fitur baru, melakukan perubahan pada infrastruktur, maupun sebelum sistem digunakan untuk menangani data penting. Evaluasi berkala juga membantu organisasi menemukan perubahan risiko yang muncul seiring perkembangan teknologi dan ancaman siber.
Uji Keamanan Sebelum Celah Dieksploitasi
Jangan menunggu insiden untuk mengetahui kelemahan sistem Anda. Bizplus Technology menyediakan layanan Penetration Testing dan Cyber Security Assessment untuk membantu perusahaan mengidentifikasi kerentanan dan memperkuat keamanan aset digital.
